Postingan Terbaru

Auguste Comte | The Father of Sociology



Auguste Comte adalah seorang tokoh  yang dikenal sebagai bapak pendiri aliran positivisme dalam ilmu-ilmu sosial ini lahir pada tanggal 19 Januari 1798 di Montpellir, Prancis. Ia adalah anak keluarga monarki Katolik yang terdidik dalam linhkungan psikologi dan kedokteran pada Polytechnique.  Sejak tahun 1814, ia belajar ilmu-ilmu eksak di sekolah politeknik di Paris. Selanjutnya, untuk melengkapi pelajaran di politeknik serta untuk memperoleh latar belakang ensiklopedia yang kuat, ia belajar biologi dan sejarah.

Dalam tradisi filsafat, ia berpengalaman pada katalis politik Perancis sebagaimana pasca-penolakan revolusi, permulaan revolusi industri, dan konflik yang meningkat antara ilmu dan agama. Karya terbesarnya ialah The Positive Philosophy (1830-1862), dan A General View of Positivism (1848). Kedekatan Comte dengan masalah-masalah sosial diawali ketika ia menjadi sekretaris seorang bangsawan Prancis, Henri de Saint Simon. Hal ini disebabkan Henri de Saint Simon sangat peduli terhadap masalahmasalah sosial yang timbul akibat industri yang berkembang saat itu. Tidak heran jika pemikiran Comte dipengaruhi oleh Henri de Saint Simon.

Dalam bukunya yang berjudul Course de Philosophy Positive, Comte memperkenalkan istilah sosiologi. Beliau berpendapat bahwa sejarah manusia adalah mengikuti satu susunan yang memasuki hukum tertentu. Oleh karenanya, Aguste Comte dijuluki The Father of Sosiology. Menurut beliau, adanya evolusi masyarakat akan disertai dengan kemajuan yang mewujudkan perkembangan intelektual. Pemikiran ini yang dinamakan Law of Human Progress.

Tujuan utama dari pemirikiran intelektual seorang Comte adalah mengeliminasi konstruksi masyarakat secara modern dan revolusioner seperti menghentikan disorganisasi moral. Gagasan sosiologis Comte adalah mengembangkan ‘fisika sosial’ yang akan melahirkan hukum-hukum sosial dan reorganisasi sosial sesuai dengan  nilai Comte yang banyak bernilai dan dipandang sebagai hal yang sangat natural.

Comte berasumsi bahwa, alam semesta diatur oleh hukum-hukum alam yang tak terlihat (invisible natural), sejalan dengan evolusi dan perkembangan alam pikiran atau nilai-nilai sosial yang dominan. Comte menyatakan bahwa proses evolusi manusia terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap teologis, metafisis, dan positif. Tahap teologis yaitu pengetahuan manusia didasarkan pada kepercayaan akan adanya penguasa adikodrati yang mengatur dan menggerakkan gejala-gejala alam. Tahap metafisis, yaitu pengetahuan manusia berdasar pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip abstrak yang menggantikan kedudukan kuasa-kuasa adikodrati. Metafisika merupakan pengetahuan puncak masa kini. Sedangkan tahap positif, yaitu pengetahuan manusia berdasar atas fakta-fakta. Pengetahuan positif adalah pengetahuan tertinggi kebenarannya yang dicapai manusia.

Pada tahapan positivis, metode positif memungkinkan seseorang untuk menemukan dan memahami hukum-hukum alam dan gejala-gejala sosial, sehingga mampu mengembangkan potensi intelektual dan tatanan moral yang akan menyatukan kemajuan dan keteraturan. Menurutnya, sosiologi haruslah merupakan ilmu yang terpadu dan menyatu, berdasarkan metode positif yang secara langsung memberikan sumbangan terhadap evolusi sebuah tatanan moral alam.

Pada akhir hidupnya Comte berusaha untuk membangun agama baru atas dasar filsafat positifnya dengan semboyan: Cinta sebagai prinsip, teratur sebagai basis, kemajuan sebagai tujuan. Gagasan ini tertuang dalam bukunya yang berjudul Politique Positive ou Traite de Sociologie, Instituant la religion de I’humanite. Aguste Comte meninggal dunia pada tanggal 5 September 1857.

Comte membagi sistem sosial kedalam dua bagian penting, yaitu statika sosial (social static) yang menyangkut sifat-sifat manusia, masyarakat dan hukum-hukum keberadaan manusia sebagai makhluk sosial; dan yang kedua adalah dinamika sosial (social dynamic) yang berkaitan dengan hukum-hukum perubahan. Sistem ini didasari oleh nalusi kemanusiaan yang didasari oleh 3 faktor, yaitu: naluri pelestarian (insist of preservation), naluri perbaikan (insist of improvement) dan naluri sosial.


Baca Juga Artikel Lainnya:



Incoming Seacrh:
  • Auguste Comte
  • The Father of Sociologi
  • Tokoh Sosiologi Klasik
  • Sosiologi

No comments:

Sampaikan kritik dan saran anda dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun

Powered by Blogger.